Knowledge: Perbedaan Derailleur Shimano dan SRAM

rd-m9050-gs_1200x900_v1_m56577569830902009-jpg-swimg-quicksmall

gambar dari Shimano

Di kancah dunia persilatan (persepedaan) “jangan dibaca persilatan ya, hahaha”, ada dua pe-nsuplai perlengkapan sepeda paling terkenal dan yang paling banyak digunakan. Apapun sepedanya, salah satu brand ini pasti ada. Shimano dan SRAM, dari kalangan umum sudah pasti menilai perbedaan dari keduanya ini dari desain dan bentuk atau bahkan ada yang bilang, “dari namanya saja sudah beda”.

Awalnya BaliBicyclePro pun tidaklah tau apa perbedaan dari keduanya ini, dan ternyata setelah diselidiki lebih lanjut. Berbedaan dari keduanya sungguh sangat jauh, bisa dibilang keduanya tidak bisa disatukan di satu sepeda. Sebagai contohnya, shifter memakai merek Shimano dan Derailleurnya memakai SRAM, maka ketidak cocokan akan terjadi. Entah rantai akan loncat2, timbul berisik di Derailleur dan bahkan yang lebih ekstrimya rantai dan derailleurnya akan rusak. Apa penyebabnya??? yep.. mari kita bahas dibawah ini tentang perbedaannya:

2012-sram_x3_trigger-large-en

gambar dari SRAM

Sebelum kita membahas perbedaan keduanya, kita harus tau apa itu Actuation Ratio. Actuation Ratio menurut om wiki adalah perbandingan antara panjangnya kabel yang ditarik oleh Shifter dan berapa jumlah perpindahan dari Derailleur. Shimano dan SRAM memiliki Actuation Ratio yang berbeda.

  • Shimano, memiliki perbandingan antara perpindahan Shifter dan Derailleur two-to-one (2:1). jumlah yang di tarik dari shifter 2 maka perpindahan dari derailleur adalah 1, dan berlaku kelipatannya. Perbandingan ini merupakan Standard dari semua shifter dan derailleur keluaran Shimano.

  • SRAM, memiliki ratio one-to-one, jadi jumlah kabel yang ditarik oleh shifter sama dengan jumlah atau panjang dari derailleur berpindah. SRAM mengklaim standarnya ini lebih memiliki kekuatan dan kenyamanan saat perpindahan gigi, mengurangi efek rantai meloncat-loncat saat dipakai di medan yang keras (MTB Bicycle)

Jadi Perbedaan yang paling mencolok itu berupa Actuation Ratio, dan tidaklah bisa disatukan antara keduanya di satu sepeda. Dari sini kita bisa mengambil pelajaran tentang cara memilih Shifter – Derailleur. Haruslah satu brand atau setidaknya kita harus tau spek dari shifter atau derailleur itu. Apakah cocok antara satu dengan yang lainnya.

Sekian dulu, see u…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s